Senin, 26 November 2012

Produsen BlackBerry Akui Kesalahan Masa Lalu

KOMPAS.com - Belakangan, CEO Research in Motion (RIM) Thorsten Heins sering tampil di media. Setelah menyatakan optimisme soal platform BlackBerry 10 yang disebutnya bakal disukai konsumen dan bahkan bisa menggantikan laptop, bos BlackBerry ini mengungkapkan perubahan yang dilakukannya pada RIM dalam sebuah wawancara dengan Wired.

Setelah mengambilalih posisi pimpinan eksekutif di RIM, Heins berusaha membuat RIM menjadi perusahaan yang lebih gesit, cepat dalam membuat keputusan tanpa ditingkahi birokrasi yang bertele-tele.

"Kami mengakui kesalahan yang diperbuat. Kami bertanggung jawab dan mengubah beberapa hal," ujarnya, seperti dikutip oleh BGR. "Melalui pengamatan, kami menyadari bahwa struktur manajemen terlalu gemuk. Kami menyingkirkan elemen-elemen manajemen yang tidak diperlukan melalui konsensus."

"Kami perlu bekerja sama dan memperbaikinya," imbuh Heins.

Cara yang diinginkan Heins untuk menjalankan perusahaannya mirip dengan yang diterapkan mendiang Steve Jobs di Apple. Saat Heins ingin sesuatu, dia akan langsung menuju pihak terkait yang diinstruksikan untuk mewujudkannya. Tanpa melalui komite, rapat, atau diskusi yang akan memperlambat proses.

Soal ini, Heins mengaku baru "setengah jalan". Dia mengatakan masih di tengah-tengah proses perombakan manajemen.

Biarpun menyatakan tak bakal meninggalkan pelanggan BlackBerry dari kalangan konsumer, pria asal Jerman ini juga mengatakan bahwa fokus perusahaannya tetap pada kalangan pemerintah dan korporat.

"Di situlah saya ingin menjadi yang terdepan. Tapi itu tak berarti saya akan menyerah di segmen smartphone dan tablet. Dua perangkat itu adalah bagian dari rencana model bisnis masa depan saya," ujar Heins, seraya menambahkan bahwa BlackBerry 10 sudah mendapat sertifikasi dari pemerintah Amerika Serikat dan Kanada.

"Saya tak akan menyebut ingin jadi nomer satu di segmen smartphone, tetapi kami membangun platform ini untuk menjadi pemimpin inovasi di dunia mobile computing," ujarnya.

Menjelang kemunculan BlackBerry 10 pada Januari tahun depan, pandangan gelap soal masa depan RIM perlahan-lahan mengalami perubahan. Perusahaan ini pun diprediksi bakal bangkit dengan andalan barunya itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar