Minggu, 02 Desember 2012

Bos Yahoo Anggap BlackBerry Bukan "Smartphone"

KOMPAS.com — Beberapa perusahaan dan lembaga Pemerintah AS telah memutuskan tidak akan menggunakan BlackBerry lagi.

Salah satu perusahaan TI besar yang sudah terang-terangan menyatakan hal tersebut adalah Yahoo. Pernyataan pindah dari BlackBerry ini diprakarsai langsung oleh sang CEO, Marissa Mayer, pada September lalu.

Tekad bulat untuk beralih ke smartphone lain kembali diutarakan oleh orang nomor satu Yahoo berparas cantik ini.

Dalam sebuah wawancara dengan Fortune, Selasa (27/11/2012), Mayer berulang kali menyebutkan, dia menginginkan karyawannya untuk beralih "dari BlackBerry ke smartphone".

Pernyataan ini bisa diartikan, mantan petinggi Google ini tidak lagi menganggap BlackBerry sebagai sebuah ponsel pintar atau smartphone.

Pada kesempatan yang sama, Mayer juga sempat menyebutkan beberapa sistem operasi perangkat mobileyang populer saat ini, yaitu Android, iOS, dan Windows 8. Namun, entah disengaja atau tidak, dia lupa menyebut satu nama, yaitu BlackBerry.

Pernyataan dan isyarat dari CEO Yahoo ini sepertinya semakin menegaskan bahwa Yahoo telah bulat akan meninggalkan BlackBerry.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mayer telah meluncurkan program pengadaan smartphone bagi karyawan Yahoo di Amerika Serikat. Para karyawan Yahoo bisa memilih beberapa smartphone mutakhir berbasis tiga sistem operasi berbeda, yaitu iPhone 5, (iOS), Samsung Galaxy S3, HTC One X, HTC EVO 4G LTE (Android), dan Nokia Lumia 920 (Windows Phone 8).

Meski BlackBerry tetap bisa disebut sebagai smartphone, tetapi cukup banyak pengguna yang harus membeli ponsel pintar platform lain, seperti Android atau iOS, untuk mendampingi BlackBerry. Hal ini terpaksa dilakukan karena Blackberry dianggap tidak dapat memenuhi semua kebutuhan komputasi mobilepenggunanya alias "kurang pintar".

Saat ini, RIM tengah bersiap meluncurkan sistem operasi BlackBerry 10, yang mungkin bisa "menggoda" Yahoo untuk kembali menggunakan "smartphone" BlackBerry.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar